Rabu, 02 November 2011

RENCANA STRATEGIS KEMENTRIAN KESEHATAN TAHUN 2010-2014

RENCANA STRATEGIS KEMENTRIAN KESEHATAN
TAHUN 2010-2014

BAB 1
PENDAHULUAN

Renstra mengacu kepada UU no.25 tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan nasional.
Pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dapat terwujud. Pembangunan kesehatan diselenggarakan dengan berdasarkan pada perikemanusiaan, pemberdayaan dan kemandirian, adil dan merata, serta pengutamaan dan manfaat. Pembangunan kesehatan dilaksanakan melalui peningkatan:
1) Upaya kesehatan,
2) Pembiayaan kesehatan,
3) Sumber daya manusia kesehatan,
4) Sediaan farmasi, alat kesehatan, dan makanan,
5) Manajemen dan informasi kesehatan, dan
6) Pemberdayaan masyarakat.

Isu pokok pembangunan kesehatan :
a. Terbatasnya aksesibilitas terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas, terutama pada kelompok rentan seperti: penduduk miskin, daerah tertinggal, terpencil, perbatasan, dan kepulauan terdepan.
b. Pelayanan kesehatan ibu dan anak yang sesuai standar masih terbatas.
c. Belum teratasinya permasalahan gizi secara menyeluruh.
d. Masih tingginya kesakitan dan kematian akibat penyakit menular dan tidak menular.
e. Belum terlindunginya masyarakat secara maksimal terhadap beban pembiayaan kesehatan.
f. Belum terpenuhinya jumlah, jenis, kualitas, serta penyebaran sumber daya manusia kesehatan, dan belum optimalnya dukungan kerangka regulasi ketenagaan kesehatan.
g. Belum optimalnya ketersediaan, pemerataan, dan keterjangkauan obat esensial, penggunaan obat yang tidak rasional, dan penyelenggaraan pelayanan kefarmasian yang berkualitas.
h. Masih terbatasnya kemampuan manajemen dan informasi kesehatan, meliputi pengelolaan administrasi dan hukum kesehatan.
i. Permasalahan manajerial dalam sinkronisasi perencanaan kebijakan, program, dan anggaran serta masih terbatasnya koordinasi dan integrasi Lintas Sektor.
j. Disparitas antar wilayah, golongan pendapatan, dan urban-rural masih terjadi dan belum terjadi perbaikan secara signifikan. Perlu pendekatan pembangunan sesuai kondisi wilayah.
k. Pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan kesehatan belum dilakukan secara optimal.
l. Belum tersedia biaya operasional yang memadai di Puskesmas.



BAB 2
VISI, MISI, TUJUAN, NILAI-NILAI DAN SASARAN STRATEGIS KEMENTERIAN KESEHATAN

II.1 VISI KEMENTRIAN KESEHATAN
“MASYARAKAT SEHAT YANG MANDIRI DAN BERKEADILAN”
II.2 MISI KEMENTRIAN KESEHATAN
Untuk mencapai masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan ditempuh melalui misi sebagai berikut:
1. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, melalui pemberdayaan masyarakat, termasuk swasta dan masyarakat madani.
2. Melindungi kesehatan masyarakat dengan menjamin tersedianya upaya kesehatan yang paripurna, merata, bermutu, dan berkeadilan.
3. Menjamin ketersediaan dan pemerataan sumberdaya kesehatan.
4. Menciptakan tata kelola kepemerintahan
II.3. TUJUAN KEMENTRIAN KESEHATAN
Terselenggaranya pembangunan kesehatan secaea berhasil-guna dan berdaya-guna dalam rangka mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.
II.4. NILAI-NILAI KEMENTRIAN KESEHATAN
Guna mewujudkan visi-misi rencana strategis pembangunan kesehatan. Kementrian menganut dan menjunjung tinggi niali-nilai yaitu:
1. Pro Rakyat
Dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, Kementerian Kesehatan selalu mendahulukan kepentingan rakyat dan haruslah menghasilkan yang terbaik untuk rakyat. Diperolehnya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya bagi setiap orang adalah salah satu hak asasi manusia tanpa membedakan suku, golongan, agama, dan status sosial ekonomi.
2. Inklusif
Semua program pembangunan kesehatan harus melibatkan semua pihak, karena pembangunan kesehatan tidak mungkin hanya dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan saja. Dengan demikian, seluruh komponen masyarakat harus berpartisipasi aktif, yang meliputi lintas sektor, organisasi profesi, organisasi masyarakat pengusaha, masyarakat madani dan masyarakat akar rumput.
3. Responsif
Program kesehatan haruslah sesuai dengan kebutuhan dan keinginan rakyat, serta tanggap dalam mengatasi permasalahan di daerah, situasi kondisi setempat, social budaya dan kondisi geografis. Faktor-faktor ini menjadi dasar dalam mengatasi permasalahan kesehatan yang berbeda-beda, sehingga diperlukan penanganan yang berbeda pula.
4. Efektif
Program kesehatan harus mencapai hasil yang signifikan sesuai target yang telah ditetapkan, dan bersifat efisien.
5. Bersih
Penyelenggaraan pembangunan kesehatan harus bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), transparan, dan akuntabel.
II.5 SASARAN STRATEGIS KEMNTRIAN KESEHATAN
Sasaran strategis dalam pembangunan kesehatan tahun 2010-2014, yaitu:
1. Meningkatnya status kesehatan dan gizi masyarakat.
2. Menurunya angka keskitan akibat penyakit menular.
3. Menurunya dispartasi status kesehatan dan status gizi antar wilayah dan antar sosial ekonomi serta gender.
4. Menigkatnya penyediaan anggaran publik untuk kesehatan dalam rangka mengurangi risiko finansial akibat gangguan kesehatan bagi seluruh penduduk, terutama penduduk miskin.
5. Meningkatnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada tingkat rumah tangga dari 50 persen menjadi 70 persen.
6. Terpenuhinya kebutuhan tenaga kesehatan strategis di Daerah Tertinggal, Terpencil, Perbatasan dan Kepulauan (DTPK).
7. Seluruh provinsi melaksanakan program pengendalian penyakit tidak menular.
8. Seluruh Kabupaten/Kota melaksanakan Standar Pelayanan Minimal (SPM).









BAB 3
ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI

III. 1 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI NASIONAL
Sesuai visi misi Presiden, kebijakan pembangunan kesehatan periode 5 tahun ke depan (2010-2014) diarahkan pada tersedianya akses kesehatan dasar yang murah dan terjangkau terutama pada kelompok menengah ke bawah guna mendukung pencapaian MDG’s pada tahun 2015. Tema Prioritas Pembangunan Kesehatan pada tahun 2010-2014 adalah “Peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan” melalui :
1. Program Kesehatan Masyarakat
2. Program Keluarga Berencana (KB)
3. Sarana Kesehatan
4. Obat
5. Asuransi Kesehatan Nasional
Prioritas Pembangunan Kesehatan pada tahun 2010-2014 difokuskan pada delapan fokus prioritas, yaitu :
1. Peningkatan kesehatan ibu, bayi, balita, dan Keluarga Berencana (KB)
2. Perbaikan status gizi masyarakat
3. Pengendalian penyakit menular serta penyakit tidak menular diikuti penyehatan lingkungan
4. Pemenuhan, pengembangan, dan pemberdayaan SDM kesehatan
5. Peningkatan ketersediaan, keterjangkauan, pemerataan, keamanan, mutu dan penggunaan obat serta pengawasan obatdan makanan
6. Pengembangan sistem Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas)
7. Pemberdayaan masyarakat dan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan
8. Peningkatan pelayanan kesehatan primer, sekunder dantersier.

III. 2 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI KEMENTRIAN KESEHATAN
Arah kebijakan dan strategi Kementerian Kesehatan didasarkan pada arah kebijakan dan strategi nasonal sebagaimana tercantum di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010 – 2014 dengan memperhatikan permasalahan kesehatan yang telah diidentifikasi melalui hasil review pelaksanaan pembangunan kesehatan. Untuk mewujudkan Visi dan Misi Kementerian Kesehatan pada tahun 2014 serta memperhatikan pencapaian Prioritas Nasional Bidang Kesehatan, maka dalam periode 2010-2014 akan dilaksanakan strategi dengan fokus pada Prioritas Nasional Bidang Kesehatan yang dijabarkan dalam bentuk program dan kegiatan Kementerian Kesehatan 2010-2014.
STRATEGI :
1. Meningkatkan pemberdayaan masyarakat, swasta dan masyarakat madani dalam pembangunan kesehatan melalui kerjasama nasional dan global.
2. Meningkatkan pelayanan kesehatan yang merata, terjangkau, bermutu dan berkeadilan, serta berbasis bukti; dengan pengutamaan pada upaya promotif – preventif.
3. Meningkatkan pembiayaan pembangunan kesehatan, terutama mewujudkan jaminan sosial kesehatan nasional.
4. Meningkatkan pengembangan dan pemberdayaan SDM kesehatan yang merata dan bermutu.
5. Meningkatkan ketersediaan, pemerataan, dan keterjangkauan obat dan alat kesehatan serta menjamin keamanan/khasiat, kemanfaatan, dan mutu sediaan farmasi, alat kesehatan, dan makanan.
6. Meningkatkan manajemen kesehatan yang akuntabel, transparan, berdayaguna dan berhasilguna untuk memantapkan desentralisasi kesehatan yang bertanggungjawab.

Berdasarkan Visi, Misi, Tujuan, Strategi, dan Sasaran Strategis sebagaimana diuraikan dalam bab-bab sebelumnya, maka disusunlah program-program Kementerian Kesehatan untuk kurun waktu 2010-2014. Program-program Kementerian Kesehatan 2010-2014 dibagi ke dalam dua jenis, yaitu Program Generik (Dasar) dan Program Teknis.

A. Program Generik:
1. Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya
2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kementerian Kesehatan
3. Program Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Kesehatan
4. Program Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

B. Program Teknis:
1. Program Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak
2. Program Pembinaan Upaya Kesehatan
3. Program Pengendalian Penyakit dan PenyehatanLingkungan
4. Program Kefarmasian dan Alat Kesehatan
5. Program Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan.

Penjabaran :
A. Program Generik

1. PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA
Sasaran : Meningkatnya koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan manajemen Kementerian Kesehatan.
Kegiatan:
1. Pemberdayaan Masyarakat dan Promosi Kesehatan
2. Penanggulangan Krisis Kesehatan
3. Pembinaan, Pengembangan, Pembiayaan dan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan
4. Perumusan Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Organisasi Tatalaksana
5. Pengelolaan Data dan Informasi Kesehatan
6. Peningkatan Kerjasama Luar Negeri
7. Pengelolaan Komunikasi Publik
8. Perencanaan dan Penganggaran Program Pembangunan Kesehatan
9. Pembinaan Administrasi Kepegawaian
10. Pembinaan Pengelolaan Administrasi Keuangan dan Perlengkapan
11. Pengelolaan Urusan Tata Usaha, Keprotokolan, Rumah Tangga, Keuangan, dan Gaji.
12. Peningkatan Penyelenggaraan Kesehatan Jemaah Haji
13. Peningkatan Manajemen Konsil Kedokteran Indonesia
14. Kajian Desentralisasi dan Daerah Bermasalah Kesehatan
15. Pembinaan, Pengawasan dan Penyidikan Kesehatan
16. Pertimbangan Kesehatan Nasional
17. Peningkatan dan Pengawasan Rumah Sakit Indonesia


2. PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR KEMENTERIAN KESEHATAN
Sasaran : Meningkatnya kualitas sarana dan prasarana aparatur Kementerian Kesehatan.
Kegiatan : Pengelolaan Sarana Prasarana dan Peralatan Kesehatan


3. PROGRAM PENINGKATAN PENGAWASAN DAN AKUNTABILITAS APARATUR KEMENTERIAN KESEHATAN
Sasaran : Meningkatnya pengawasan dan akuntabilitas aparatur Kementerian Kesehatan.
Kegiatan :
1. Pengawasan dan Pembinaan Pelaksanaan Kebijakan Ditjen Bina Upaya Kesehatan dan Setjen
2. Pengawasan dan Pembinaan Pelaksanaan Kebijakan Ditjen Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak dan Itjen
3. Pengawasan dan Pembinaan Pelaksanaan Kebijakan Ditjen PP dan PL dan Balitbangkes
4. Pengawasan dan Pembinaan Pelaksanaan Kebijakan Ditjen Bina Kefarmasian dan Alkes dan Badan PPSDMK
5. Investigasi Hasil Pengawasan
6. Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya pada Program Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Kesehatan

4. PROGRAM PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN.
Sasaran: Meningkatnya kualitas penelitian, pengembangan dan pemanfaatan di bidang kesehatan.
Kegiatan:
1. Riset Operasional Kesehatan dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedokteran
2. Penelitian dan Pengembangan Humaniora Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat
3. Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Intervensif
4. Penelitian dan Pengembangan Klinik Terapan dan Epidemiologi Klinik
5. Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan
6. Dukungan Manajemen dan Dukungan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya pada Program Penelitian dan Pengembangan Kesehatan


B. Program Teknis

1. PROGRAM BINA GIZI DAN KESEHATAN IBU DAN ANAK
Sasaran : Meningkatnya ketersediaan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan yang bermutu bagi seluruh masyarakat.
Kegiatan:
1. Pembinaan Pelayanan Kesehatan Ibu dan Reproduksi
2. Pembinaan Pelayanan Kesehatan Anak
3. Pembinaan Pelayanan Kesehatan Komunitas dan Gender
4. Pembinaan Gizi Masyarakat
5. Pembinaan Keperawatan dan Kebidanan
6. Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya pada Program Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak

2. PROGRAM PEMBINAAN UPAYA KESEHATAN
Sasaran : Meningkatkan upaya kesehatan dasar, rujukan, tradisional, alternatif dan komplementer, kesehatan kerja, olah raga dan matra, serta standarisasi, akreditasi, dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan
Kegiatan :
1. Pembinaan Upaya Kesehatan Dasar
2. Pembinaan Upaya Kesehatan Rujukan
3. Pembinaan dan Pengawasan Upaya Kesehatan Tradisional/ Komplementer Alternatif
4. Pembinaan Upaya Kesehatan Kerja, Olahraga, dan Matra
5. Pembinaan Standarisasi, Akreditasi, dan Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan
6. Pelayanan Kesehatan Rujukan bagi Masyarakat Miskin (Jamkesmas)
7. Pelayanan Kesehatan Dasar bagi Masyarakat Miskin (Jamkesmas)
8. Bantuan Operasional Kesehatan (BOK)
9. Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya pada Program Pembinaan Upaya Kesehatan.

3. PROGRAM PENGENDALIAN PENYAKIT DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN
Sasaran : Menurunnya angka kesakitan, kematian dan kecacatan akibat penyakit
Kegiatan:
1. Pembinaan Imunisasi dan Karantina Kesehatan
2. Pengendalian Penyakit Menular Langsung
3. Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang
4. Penyehatan Lingkungan
5. Pengendalian Penyakit Tidak Menular
6. Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya pada Program Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan


4. PROGRAM KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN
Sasaran : Meningkatnya sediaan farmasi dan alat kesehatan yang memenuhi standar dan terjangkau oleh masyarakat.
Kegiatan :
1. Peningkatan Ketersediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan
2. Peningkatan Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT)
3. Peningkatan Pelayanan Kefarmasian
4. Peningkatan Produksi dan Distribusi Kefarmasian
5. Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya pada Program Kefarmasian dan Alat Kesehatan


5. PROGRAM PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN
Sasaran : Meningkatnya ketersediaan dan mutu sumber daya manusia kesehatan sesuai standar pelayanan kesehatan.
Kegiatan :
1. Perencanaan dan Pendayagunaan SDM Kesehatan
2. Pendidikan dan Pelatihan Aparatur
3. Pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan
4. Sertifikasi, Standarisasi dan Peningkatan Mutu SDM Kesehatan
5. Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya pada Program Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan.

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites